Tol Mangkrak Sejak 10-20 tahun Lalu di Tangan Swasta

Berikut ini beberapa tol yang mangkrak di tangan swasta dan kini diselesaikan oleh BUMN:

1. Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu)

Proyek jalan tol penghubung Bekasi-Jakarta ini digagas sejak zaman Presiden Soeharto di 1995. Pada 1996, PT Kresna Kusuma Dyandra Marga yang merupakan patungan empat perusahaan yakni PT Tirtobumi Prakarsatama, PT Citra Mandiri Sukses Sejati, PT Indadi Utama (Indadi), dan PT Remaja Bangun Kencana menadi investor pertama proyek ini.

Di tangan mereka, proyek ini hanya menghasilkan tiang-tiang pancang yang kini telah usang.

Baru pada Oktober 2014, PT Waskita Karya lewat anak usahanya PT Waskita Toll Road (WTR) mengambil alih sebagian besar saham Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) atau pengelola Jalan Tol Becakayu PT Kresna Kusuma Dyandra Marga.

2. Jalan tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi)

Tahun 2007, Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT) ditandatangani oleh Konsorsium Bukaka Teknik Utama. Konsorsium saat itu terdiri dari PT Bukaka Teknik Utama sebesar 35%, PT Graha Multitama Sejahtera 32,5% dan PT Karya Perkasa Insani menguasai 32,5% saham PT Trans Jabar Tol, pengelola Jalan Tol Bocimi.

Pada tahun 2011, terjadi perubahan struktur pemegang saham. Grup Bakrie menjadi pemegang saham pengendali atas PT Trans Jabar Tol. Komposisi pemegang saham kala itu adalah Bakrie Toll Road 60%, PT Marga Sarana Jabar 25% dan PT Bukaka Teknik Utama 15%.

Tahun 2014, Grup MNC mengakuisisi PT Bakrie Toll Road yang merupakan anak usaha Grup Bakrie yang menguasai 5 ruas jalan tol termasuk Bocimi. Bakrie Toll Road pun berganti nama menjadi MNC Toll Road. Sejak saat itu, penguasaan tol Bocimi secara resmi berpindah tangan dari Grup Bakrie ke Grup MNC. Hingga periode itu tol masih mangkrak.

Baru pada tahun 2015, PT Waskita melalui anak usahanya Waskita Toll Road secara bertahap mengambil alih kepemilikan jalan tol-jalan tol yang dikuasai MNC Toll Road. Pada Februari 2015, proyek pun dikebut hingga saat ini.

3. Tol Pemalang-Batang

Proyek tol Pemalang-Batang sepanjang 39,2 kilometer (km) ini tak kunjung rampung di tangan PT Langkah Hutama Perkasa, Countryside Investment Corp, dan PT Sumber Mitra Jaya.

Waskita Toll Road lalu melanjutkan pembangunannya setelah mangkrak selama 10 tahun.

4. Tol Batang-Semarang

Tol Batang Semarang juga sempat mangkrak selama puluhan tahun.

Saat itu, Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) alias pengelola jalan tol Batang-Semarang, PT Marga Setia Puritama sahamnya dimiliki oleh PT Intsia Persada Permai sebesar 40%, PT Banyuwen Permatasari 55%, dan PT Karya Terampil Mandiri 5%.

Pada 2008, PT Bakrie Toll Road mengambil alih 65% kepemilikan saham dari PT Marga Setia Puritama namun keluar dan melepas seluruh sahamnya pada 2011. Proyek pun terus mangkrak hingga akhirnya diambil alih oleh PT Waskita lewat anak usahanya Waskita Toll Road tahun 2015

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s