Perut Kosong Pemicu Radikalisme

Kosongnya perut itu bisa memicu orang menjadi radikal.

Itu sebabnya di era orde baru demi menjaga stabilitas keamanan nasional, Soeharto menerapkan strategi untuk “mem-beras-kan masyarakat, dan memasyarakatkan beras.” Dari Sabang sampai Merauke ‘harus’ makan beras. Di buku-buku pelajaran sekolah para pelajar dicekoki bahwa “beras/nasi adalah makanan pokok” bangsa Indonesia.

Kelompok masyarakat yang terbiasa makan sagu sebelumnya, ‘dicekoki’ beras/nasi. Dan karena nasi ini tanpa disadari membuat orang ketagihan, maka seluruh masyarakat Indonesia jadi “ter-beras-kan.” Sehingga muncul seloroh umum di masyarakat Indonesia, “belum makan kalau belum makan nasi” padahal sebelumnya sudah makan roti atau mie.

Kenapa Soeharto menggunakan strategi ‘memberaskan’ masyarakat demi terciptanya stabilitas nasional?

Karena melalui beras, stabilitas nasional bisa diukur. Potensi radikalisme bisa diprediksi.

Bagaimana caranya?

Melalui Bulog, Soeharto bisa mengetahui berapa besar stok beras nasional tiap tahunnya. Dengan angka stok beras itu, lalu dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia, maka dengan ukuran 1 orang menghabiskan nasi/beras sekian kg, maka kecukupan beras tiap tahunnya untuk mengisi perut orang Indonesia bisa dikalkulasi.

Jika stok beras jauh melampaui perhitungan populasi orang Indonesia, maka bisa diperkirakan tidak akan ada orang yang kelaparan. Karena perut kosong bisa memicu timbulnya amuk massa. Rasa lapar berpotensi menimbulkan radikalisme.

Salah satu bukti mengapa FPI kerap dianggap sebagai organisasi yang radikal, (lihat di sini) itu karena perut mereka sering kelaparan. Nih contohnya.

Screen Shot 2017-09-17 at 1.48.49 PM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s