Soal PPDB On Line

Kebetulan Bulan Juni 2017 ini anak saya lulus SD dan mau masuk SMP.

Setelah keluar hasil nilai ujiannya, saya lihat anak saya cocoknya sekolah di SMP di Jl. Pegangsaan, Menteng. Di SMP itu ‘passing grade’ tertingi sampai terendahnya sesuai dengan hasil ujian anak saya.

Tapi kami mau mencoba juga utk mendaftar ke SMP terbaik di Jakarta di Jl. Salemba. Melalui PPDB online kami mendaftarkan ke SMP tsb. masuk di tahap 1, yaitu: Jalur Umum.

Jalur Umum adalah jalur penerimaan siswa/i baru yang menerima dari berbagai macam siswa/i yang domisilinya tidak harus dalam 1 kecamatan atau kota SMP tersebut.

Mulanya anak saya sudah terdaftar, masuk dalam list calon siswa/i SMP tersebut. Seiring waktu, lama-lama urutan anak saya tergeser.. terus tergeser ke bawah… Anak saya tergeser oleh mereka yang hasil ujiannya di atas anak saya.

Sementara untuk Jalur Umum di sekolah itu hanya menyediakan kursi sebanyak 133 saja.

Dan akhirnya anak saya pun hilang dari daftar nama calon peserta didik di SMP tersebut karena tergeser oleh mereka yang nilainya 9, sekian…. Anak saya rata-rata nilai ujiannya tidak sampai 9, sekian. Ya sudah…

Akhirnya ya mendaftar ke SMP yang memang passing grade-nya sesuai dengan nilai ujian anak saya. Tidak ada masalah.

Saya heran dengan ortu yang mempermasalahkan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) Online ini. Sudah jelas semua kok, berapa kursi yang disediakan untuk Jalur Umum, lalu berapa kursi yang disediakan untuk Jalur Lokal.

Jalur Lokal adalah penerimaan siswa/i baru berdasarkan zona sekolah tersebut berada. Jadi diutamakan yang satu kecamatan, atau dalam jarak yang tak jauh dengan sekolah tersebut.

Kursi yang disediakan jalur lokal bisa 70% lebih banyak dari Jalur Umum.

Saya pikir sistem ini sudah cukup fair, untuk pemerataan pendidikan dan peningkatan daya saing sekolah.

Di TV ada ortu yang protes marah-marah anaknya tidak diterima di sekolah favorit, “Padahal anak saya nilai rata-ratanya HAMPIR 9..!” katanya marah.

Yeee… Pak… kalo anak bapak nilai rata-ratanya 9,5 tuh.. baru wajar marah-marah anaknya gak diterima di sekolah favorit. Nilainya cuma HAMPIR 9 aja, protes…..

Saya aja yang HAMPIR jadi model gak marah-marah…. :p

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s