Pembodohan Masyarakat secara Sistematis

Pada 2 Desember tahun lalu, saya mem-posting status berbunyi “Happy Moron Day.”

Pada saat itu merupakan tonggak sejarah ketololan sebagian masyarakat Indonesia.

Sekarang ini dengan munculnya berbagai ‘konsep tolol’ dari banyak orang, soal Gaj Ahmada, soal pengacara Rizieq yang minta Jokowi menyetop (mengintervensi) kasus pornografi pentilan, eh pentolan FPI, soal cuitan Fahri Hamzah yang bilang banyaknya OTT (operasi tangkap tangan) KPK disebut sebagai makin banyaknya korupsi maka KPK disebut tidak sukses. Itu semua kan tolol….

Semua konsep ketololan itu bukan berasal dari orang yang gak pernah sekolah. Semua konsep kebodohan itu berasal dari mereka yang makan bangku perguruan tinggi.

Apa dampaknya?

Masih terus bergaung di Jakarta, masjid-masjid yang isi ceramahnya “kopar-kapir”, meski pun Ahok kini sudah dipenjara. (Dengan tololnya mereka bilang Ahok di Belanda saat ini.)

Konsep berpikir tolol ini saya lihat sengaja di massifikasi secara sitematis. Konsep kebodohan yang dirancang dengan strategis. Karena hanya kebodohan itulah yang mereka punya. Maka mereka eksploitasi habis-habisan. Melalui eksploitasi konsep bodoh ini, mereka telah berhasil menyingkirkan Ahok dari kursi DKI 1.

Dengan konsep pembodohan kepada masyarakat, sebagai cara mereka untuk merebut kekuasaan di 2019.

Mereka sudah tidak main ideologi lagi, tidak pakai logika, membuang nalar, memampatkan akal sehat. Kerja otak mereka dalam posisi ‘idle.’

Jangan sampai negeri ini dirusak oleh kelompok perancang kebodohan.

(Erri Subakti)

Happy-Hopping-Moron-Day

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s