Diplomasi Rokok Kretek Agus Salim

18121909_10213206055053771_3399076817603622063_o
H. Agus Salim saat melihat lontar di Cornell University

Agus Salim dikenal sebagai perkokok berat. Kebiasaan menyulut rokok kretek ini pun menjadi gaya khasnya yang unik saat berada di negara-negara barat.

Misalnya saat H. Agus Salim pada tahun 1953 diundang mengajar di Cornell University untuk 2 mata kuliah tentang agama Islam dan pengaruhnya di Asia Tenggara, Timur Tengah, khususnya Indonesia dan Pakistan.

Dengan penampilan berjas dan dasi, Agus Salim juga melengkapi penampilannya dengan peci. Peci ini peci yang dibuat khusus, bagian sampingnya bisa dibuka untuk menutupi daun telinganya saat cuaca dingin.

The Grand Old Man ini punya kebiasaan tidak akan memulai perkuliahan kalau belum merokok.

Karena bau rokok kreteknya yang khas, para mahasiswa akan bisa mengenali apabila Agus Salim mendekat ke dalam kelas. Atau apabila ruang kuliah dipindahkan, para mahasiswa hanya perlu mengikuti bau kretek rokok Agus Salim.

Agus Salim memaparkan 31 materi perkuliahannya dalam Bahasa Inggris, digelar setiap Sabtu siang. Hebatnya, meski menjelang malam mingguan, mahasiswa yang hadir selalu banyak.

Kisah lain tentang kebiasaan menyulut rokok kretek Agus Salim yang spektakuler adalah ketika dalam rangkaian acara kerajaan Inggris yaitu penobatan Ratu Elizabeth yang menggantikan ayahnya yang mangkat pada 4 Juni 1953.

Padahal Agus Salim sudah diwanti-wanti oleh diplomat pendamping, Robert Brash untuk tidak melakukan kebiasaannya itu di Westminster Abbey, saat penobatan Ratu Elizabeth berlangsung. Brash meminta agar Agus Salim berjanji untuk berhenti merokok sebelum memasuki gedung. Soalnya dalam perjalanan di mobil itu Agus Salim bagai kereta api yang terus menerus merokok.

Tiba waktunya jamuan makan malam yang berlangsung di Buckingham Palace. Agus Salim melihat Duke of Edinburg, suami sang Ratu nampak canggung. Agus Salim kemudian menghampiri Pangeran Phillip dan melambai-lambaikan rokok kretek yang telah disulutnya.

Agus Salim lalu berucap, “Apakah Paduka mengenal bau rokok ini?”

Pangeran Phillip ragu menjawab, “Rasanya saya tidak mengenal aroma ini, Tuan.”

“Inilah yang menyebabkan bangsa Paduka beramai-ramai mendatangi negeri saya,” balas Agus Salim, yang membuat Sang Pangeran tertawa sehingga suasana menjadi cair.

Itulah diplomasi rokok kretek Agus Salim yang memberikan kesan bagi Pangeran Phillip hingga ia mengenalkan Agus Salim kepada sang Ratu, “This gentleman comes from Indonesia.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s