Apa yang Istimewa dari SMU 1 Jakarta?

18118663_10213166049253651_3579658373438572012_n

Gedung ini awalnya merupakan bagian dari Koningin Wilhelminaschool (KWS) Afd. A yang dibuka sejak tahun 1905.

KWS merupakan sekolah menengah teknik yang dibuka tanggal 18 Juli 1901.

Bagian A kemudian menjadi Prins Hendrikschool te Batavia (PHS) sejak 3 Juli 1911. Setara HBS (Hoogere Burgerschool) yang masa pendidikannya 3 tahun untuk jurusan sastra dan ekonomi.

Selanjutnya sekitar tahun 1922 ditingkatkan menjadi HBS yang masa pendidikannya 5 tahun untuk jurusan sastra dan ekonomi.

Pada awal tahun 1950 gedung yang didirikan sekitar tahun 1889 itu dijadikan tempat belajar untuk Sekolah Kiblik.

Lalu SMA Kiblik diganti namanya menjadi SMA 1-A dan SMA 1-B, kemudian berubah nama menjadi SMA 1 ABC pada tahun 1962. Kemudian berubah nama menjadi SMA Negeri 1 pada tahun 1964.

Terakhir sekolah yang berlokasi di Jalan Budi Utomo no. 7 ini menjadi SMU 1 Jakarta. Kini gedung sekolah ini menjadi cagar budaya dan ‘sekolah hijau.’

Beberapa nama alumnus SMAN 1 yang pernah “berkibar”, antara lain, mantan Gubernur DKI Letnan Jenderal (Purn) Soerjadi Soedirdja, mantan Menteri Keuangan JB Sumarlin, mantan Menteri Transmigrasi Siswono Yudo Husodo, Gus Solah (KH Salahuddin Wahid), dan Chairul Tanjung.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s