Koruptor Tersenyum Lebar

tahanan-kpk-nyoblos-dari-rihadin-11

Koruptor yang tertangkap tangan oleh KPK, atau yang sudah diadili bersalah lalu masih tersenyum lebar, ternyata sudah menjadi kebiasaan di Indonesia ini sejak puluhan tahun lalu.

Mahbub Djunaidi (almarhum), jurnalis senior KOMPAS pernah mencatat hal tersebut pada tahun 1987 di kolom Asal Usul harian Kompas. Berikut penggalan tulisannya:

________

Bendaharawan bernama EM dari Pemda Jawa Barat diadili dan dinyatakan bersalah korupsi sebesar Rp 966.000.000. Dan dijatuhi hukuman penjara 10 tahun dan denda Rp 15 juta, tidak menjadi panik dan kalang kabut.

Terhukum bendaharawan EM yang berbaju safari warna biru laut dan sepasang pulpen di saku atas itu tetap duduk di korsinya. Ia tidak merogoh pistol dari kantung apalagi menembak lewat tenggorokkan atau lewat mana saja. Seakan-akan uang sebanyak itu tidak ada apa-apanya, hukuman selama itu tidak ada pengaruhnya.

Berbeda dengan Dan R. Budd Dwyer, bendaharawan negara bagian Pennsylvania, AS, yang dituduh makan uang suap 300.000 dollar, yang dengan tenang mengulum pucuk pistol dan mengoyak kerongkongan dan tulang kepalanya di pengadilan….

Kalau saja bedaharawan Amerika itu sempat hadir di pengadilan Jawa Barat, ia akan terbengong-bengong dan bisa jadi jatuh pingsan.

Begitu sidang pengadilan terakhir, terhukum melenggang ke luar gedung, berdiri bersama keluarganya, siap dipotret, tersenyum lebar hingga sebaris gigi tampak nyata.

Seorang putri digandengnya malahan ketawa lebar begitu rupa, tak ubahnya seperti anak sekolah yang baru saja peroleh rapor dengan angka-angka bagus.

Esok paginya penjual koran menjerit-jerit ada koruptor besar kena hukum “Bendaharawan Pemda Korupsi,” teriaknya. “Hampir satu milyar dikorup,” jeritnya.

Dan karena khalayak ramai senang kalau ada koruptor sampai diadili, mereka juga berebutan membelinya. Tapi begitu pembaca koran terbitan 20 Januari 1987 itu melihat foto terhukum bendaharawan EM yang lagi tersenyum, mereka terheran-heran bagaimana bisa jadi begitu.

Mahbub Djunaidi, KOMPAS, 8 Februari 1987

_______

Dalam budaya masyarakat yang antikorupsi dan menganggap korupsi adalah hal yang sangat memalukan, tentu tertangkap tangan dan dihukum karena korupsi memberikan tekanan psikologis yang sungguh berat.

Apakah memang dalam masyarakat Indonesia, sebagian menganggap perilaku korup bukan hal yang memalukan?

(ES)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s