Mission Impossible Sutiyoso

Screen Shot 2017-04-24 at 12.02.00 PM

Suatu malam di pengujung tahun 1974, Kapten Sutiyoso yang saat itu menjabat Kepala Seksi Intelijen Grup II Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopassandha, sekarang disebut Kopasus) meluncur ke sebuah kantor Asisten Intelijen Dephankam.

Kapten Sutiyoso menghadap ke sosok berparas muka tegas dan jarang tersenyum, Bigadir Jenderal Benny Moerdani.

Dengan muka dingin, tokoh intelijen Indonesia itu memberikan perintah, “Cari dua titik untuk masuk ke Timor Timur. Waktunya sepekan, lakukan sendiri secara rahasia. Jika tertangkap, kamu tidak akan diakui sebagai prajurit.”

*Ngik.

Nyali Kapten Sutiyoso sempat menciut. Sendiri?! Seminggu? Kalau ketahuan tidak akan diakui sebagai prajurit???! Et dah….

Awal tahun 1975, berangkatlah Kapten Sutiyoso ke Atambua, perbatasan Nusa Tenggara Timur dengan Timor Portugal. (backsound: Mission Impossible)

Kapten Sutiyoso awalnya menyamar sebagai mahasiswa. Lalu menyamar sebagai kuli angkut. Ia menyusup, mengumpulkan informasi sebagai data intelijen, dan beberapa kali dicurigai sampai nyaris ketahuan. Akhirnya ia pun sampai di perbatasan. Tampak olehnya pos penjagaan pasukan Fretilin yang selalu bersiaga untuk perang.

In the end, Kapten Sutiyoso akhirnya menemukan celah penyusupan untuk masuk ke Timor Protugal saat itu. Hasil laporan Sutiyoso pun sampai ke Benny Moerdani.

Operasi intelijen Kapten Sutiyoso skalanya dinaikkan. Dengan sandi Flamboyan, Kopassanda membentuk 3 regu berkekuatan 100 orang. Tiga tim ini kodenya Susi, Umi, dan Tuti. Kapten Sutiyoso, lalu menjadi Wakil Komandan Tim Umi.

Ketiga tim Kopassanda ini tidak berpakaian seragam militer, melainkan berpakaian sipil, kaos oblong dengan celana blue jeans.

Pada tanggal 27 Agustus 1975 Tim Umi berangkat ke Atambua. Kemudian mereka meneruskan perjalanan ke Motaain lewat laut dengan menggunakan kapal Bea & Cukai. Kapten Inf. Sutiyoso dan anak buahnya menyamar sebagai mahasiswa yang sedang Kuliah Kerja Nyata (KKN). Senjata dan amunisi dimasukkan ke dalam karung yang dibubuhi dengan tulisan yang berbunyi alat pertanian.

Mereka pun terlibat di banyak pertempuran dengan Fretilin. Beberapa kota berhasil direbut, dan pada akhir 1975, The Blue Jeans Soldiers ini dilebur bersama tim gabungan ABRI dalam operasi Seroja.

(Dari buku: “Benny Moerdani,” Seri Buku Tempo: Tokoh Militer)

Advertisements

2 thoughts on “Mission Impossible Sutiyoso

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s