Dr. Kamarudin Tidak Bisa Mengatasnamakan UI

Banyak yang mempertanyakan kenapa salah seorang dosen Universitas Indonesia membuat pernyataan yang menyerang paslon gubernur DKI Jakarta dengan mencantumkan logo UI dalam e-poster yang beredar di media sosial.

17796576_10212335459605900_2363010810773110933_n

Pertama-tama kita perlu melihat dulu apakah pernyataan dosen tersebut memang pernah ia ucapkan. Lalu kemudian, apakah pihak UI memang membolehkan logonya tercantum dalam pernyataan dosen-dosen UI di publik?

Untuk yang pertama, penulis menelusuri bahwa memang rekam jejak dosen politik tersebut kerap membuat pernyataan-pernyataan yang menyerang salah satu paslon gubernur DKI Jakarta.

Untuk yang kedua, ternyata pihak UI secara resmi mengeluarkan pengumuman yang berisi bahwa pernyataan Dr. Kamarudin merupakan pernyataan pribadi dan tidak bisa mengatasnamakan UI secara keseluruhan. Pihak UI meminta Dr. Kamarudin untuk memberikan klarifikasi ke publik bahwa itu merupakan pernyataan pribadi, dan melarang siapapun mengatasnamakan lembaga UI dalam pernyataan politik praktis.

(Baca: Universitas Indonesia: Dr. Kamarudin Tidak Mewakili UI)

17861644_1293565630740183_3679254396193376222_nLalu kenapa bisa ada dosen politik yang berpikir seperti Dr. Kamarudin?

Ya bisa saja.

Dalam lembaga pendidikan UI, berbagai macam ideologi dari kiri sampai kanan bisa dibahas, didiskusikan, diajarkan baik di dalam ruang-ruang kelas maupun di mimbar-mimbar diskusi yang tersebar di seantero lingkungan kampus UI. Jadi bukan barang yang aneh jika komunisme bisa didiskusikan tanpa harus merasa takut, karena gagasan Karl Marx tersebut dibahas dalam bingkai Teori Sosial (sosiologi). Atau juga membahas mengenai kekhalifahan, bisa didiskusikan dalam bingkai keilmuan politik.

Diskusi lintas ideologi tersebut tentu saja selalu dalam bingkai pendidikan, bukan dalam konteks perebutan kekuasaan atau politik praktis yang sedang berlangsung di luar kampus.

Apakah mimbar-mimbar diskusi di dalam kampus bisa mempengaruhi atau saling mempengaruhi dengan politik praktis yang berkembang secara nasional maupun internasional? Bisa saja. Sangat bisa.

Setiap individu sivitas akademika UI bisa turut terlibat dalam politik praktis di kancah nasional maupun internasional, namun tidak lantas sepak terjangnya mengatasnamakan lembaga UI.

Sebagai dosen politik, Dr. Kamarudin semestinya tidak bodoh untuk mengungkapkan pernyataannya dengan mengatasnamakan atau membawa nama beserta logo sebuah partai politik, seperti PKS, dimana ia juga merupakan salah satu kadernya.

Advertisements

2 thoughts on “Dr. Kamarudin Tidak Bisa Mengatasnamakan UI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s