Jadi Super Kaya Saja Tidak Cukup

Di sekitar tahun 1997, di awal krisis moneter menerpa Indonesia, Presiden Soeharto kala itu mencoba memikirkan bagaimana jalan keluar untuk bisa mengatasi kondisi perekonomian Indonesia.

Lalu Tanri Abeng, CEO Bakrie & Brother saat itu, datang menghadap Pak Harto dengan membawa sebuah proposal. Usulan dari Tanri Abeng adalah membuat 1 holding company untuk semua BUMN yang ada. “Increasing value,” istilah Tanri Abeng.

Tanri Abeng mencontohkan Malaysia dengan Khazanah sebagai holding company yang membawahi semua BUMN di Malaysia. Tanri Abeng mengusulkan ada semacam “Indonesia Inc.” sebagai holding company yang membawahi semua BUMN Indonesia, untuk meningkatkan value. Dengan begitu diharapkan BUMN-BUMN bisa berdaya dengan aset-asetnya untuk membantu negara ini yang sedang diterpa krisis ekonomi.

Selang waktu, pada 16 Maret 1998 Tanri Abeng ditunjuk oleh Presiden Soeharto menjadi Menteri Negara Pendayagunaan BUMN. Sebelumnya Tanri Abeng sempat menanyakan kepada Pak Harto, bahwa usulannya adalah membentuk holding company untuk BUMN, tapi kenapa ia ditunjuk sebagai menteri.

Pak Harto menjawab, “Kalau kamu Direktur Utama holding company BUMN, kamu bisa dipanggil menghadap kepada menteri. Tapi kalau kamu seorang menteri, kamu bisa memanggil para dirut BUMN menghadap pada kamu.”

Demikian kira-kira jawaban Pak Harto yang menyadarkan Tanri Abeng bahwa jabatan politik itu penting untuk mengubah sesuatu yang besar.

Saya teringat kisah di atas setelah membaca sebuah berita mengenai Sandiaga Uno yang tersirat mengklaim dirinya orang super kaya.

Screen Shot 2017-03-22 at 10.34.23 AM

Kalau memang super kaya saja sudah cukup untuk dirinya, dia tidak akan ngebet ngejar-ngejar jabatan gubernur sejak tahun 2016 lalu. Bahkan untuk kampanye dalam Pilkada DKI Jakarta ia telah menggelontorkan dana hingga Rp 70 miliar, demi untuk mendapatkan posisi nomor 2 di ibukota NKRI ini.

17310306_10212814292579954_8988664069589145226_o

Tak beda jauh dengan terjunnya Hary Tanoesoedibjo ke kancah politik di Indonesia. Meski Group MNC sempat mencapai laba Rp 9,18 triliun pada kuartal ketiga tahun 2014, nilai kekayaannya itu tidak berarti apa-apa dengan jabatan politik yang ia incar dalam perpolitikan nasional.

Lebih nyata lagi dengan ungkapan ‘super kaya saja tidak cukup’ adalah pada Donald Trump yang kini menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat.

Itulah mengapa jabatan politik merupakan status sosial yang paling diincar oleh banyak orang, karena menjadi super kaya saja tidak cukup (buat mereka, bukan buat gue).

_____

Kalo gue sih cukuuuuupppp…. cukup deh kalo Tuhan mentakdirkan gue jadi super kayah…. 😛 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s