4 Faktor Ruwetnya Kondisi Sosial Politik Indonesia 2014-2019

1. Pra-kondisi yang telah dilakukan oleh PKS selama 10 tahun di era Presiden SBY (2004 – 2014), yaitu dengan melakukan penetrasi ke masjid-masjid, musala, bahkan masjid kampus. (Baca: Mengurai Benang Keruwetan Situasi dan Kondisi Sosial Masyarakat)

Penetrasi ke rumah-rumah ibadah ini mengkondisikan muatan ‘dakwah’ diselipi bahkan terang-terangan mengarah pada agitasi politik.

2. Munculnya sosok-sosok politisi bersih yang memikat hati rakyat, yang berasal dari parpol nasionalis berwarna merah, bukan berasal dari PKS (dan sekutunya seperti kelompok wahabi, HTI, FPI, dan sejenisnya). (Baca: Mengurai Benang Kedua Kondisi Sosial Masyarakat Indonesia)

3. Fabrikasi hoax, intrik keji oleh para ‘spin doctor‘, yang memutarbalikkan fakta bahkan membuat fitnah politik yang di-amplifikasi secara massif, terorganisir dan terstruktur melalui jaringan-jaringan yang telah terbentuk (lihat no. 1)

4. Perubahan perilaku sosial masyarakat yang menikmati hoax sebagai pemuas sensasi untuk memberikan perasaan lega sementara. (Baca: Mengapa Orang Percaya Hoax?)

Padahal tingkat literasi masyarakat dalam memahami bacaan dan membaca buku masih sangat rendah. Hanya 1 dari tiap 1000 orang Indonesia yang membaca buku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s