Tauhid di Merah Putih, Kebingungan Beragama dan Berwarganegara

Bagi Anda-anda yang bingung bagaimana menjadi warga negara dan menjadi orang beragama, sungguh keduanya berjalan beriringan, tidak saling merusak satu sama lain.
Menjadi warga negara yang patuh pada konstitusi dan hukum negara, tidak menjadikan diri kita orang yang melanggar hukum agama.

Begitu pula sebaliknya, melakukan sesuatu yang berdasarkan PERINTAH agama, tidak lantas bisa seenaknya MENYALAHI, atau mengangkangi konstitusi dan hukum negara.

Bendera merah putih sebagai lambang negara, tidak bisa seenaknya ditiban dengan “la ilahailallah muhammadarasulullah.”

Mencoretkan kalimat tersebut pada latar merah putih juga TIDAK ADA dalam perintah agama.

Maka jangan jadi orang yang bingung bagaimana beragama dan bagaimana menjadi warga negara. Jadilah orang waras yang beragama yang baik dan berwarganegara Indonesia.

(Itu juga kalo mau berwarganegara Indonesia, bukan warga negara Turki)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s