Seberapa Besar Pengaruh Rizieq Syihab di Jakarta

Mungkin banyak orang tercengang melihat banyaknya massa yang melakukan aksi pada 2 Desember 2016 lalu. “Tujuh juta orang,” kata Rizieq Syihab. “Hampir delapan juta,” kata dia selanjutnya.

Saya tidak mau bahas berapa juta jumlah massa saat itu. Namun sekedar perbandingan, jumlah jama’ah haji dari seluruh dunia tahun 2016 saja berjumlah 1.862.909 orang (1,8 jutaan). ( Jumlah Jamaah Haji dari Seluruh Dunia Tahun 2016 )

Ya kale… di sekitaran Monas muat 7 juta orang ngumpul bareng. 😀

Saya orang yang sangat percaya perhitungan angka pasti. Untuk menjawab “seberapa besar pengaruh Rizieq Syihab di Jakarta,” menghitungnya tidaklah terlampau sulit.

Lihat saja siapa calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta yang diusung oleh FPI (Rizieq Syihab) pada Pilkada (putaran pertama), yaitu pasangan Agus-Sylvi.

Total keseluruhan perolehan pasangan no urut 1 ini di Jakarta ternyata hanya 17,07% saja. Kemana suara massa FPI?

Kita tengok juga di wilayah Tanah Abang, kecamatan di mana markas FPI bercokol. Pasangan Agus-Sylvi hanya memperoleh 19,48% suara. Sementara di Kelurahan Petamburan, pasangan no 1 ini hanya mendapat 21,9% suara.

Screen Shot 2017-03-08 at 9.38.54 AM
Sumber: KPU
Screen Shot 2017-03-08 at 9.38.20 AM
Sumber: KPU

Lebih parah dan memalukan lagi bagi Rizieq Syihab adalah pada TPS tempat dia mencoblos. Ketika perhitungan suara harus diulang 3 kali, ternyata hasilnya adalah: Agus-Sylvi 38, Ahok-Djarot 279, dan Anies-Sandi 212. Kembali pasangan calon gubernur dan wakilnya yang diusung Rizieq Syihab mengalami kekalahan telak.

Maka mungkin benar kalau ada yang bilang bahwa FPI itu ‘tidak berbahaya,’ wujudnya jelas terlihat dan pergerakannya di depan mata, mudah untuk diciduk. Karena yang lebih berbahaya adalah sel-sel terorisme yang bergerak di ‘bawah tanah.’

Melihat fakta politik dari hasil Pilkada DKI Jakarta di atas, ternyata agitasi yang selalu dikobarkan oleh Rizieq Syihab-FPI untuk ‘siap revolusi’ ternyata bukanlah yang paling signifikan menggerakkan massa pada 2 Desember 2016. Pengaruh FPI ada, tapi terlalu kecil.

Kecilnya pengaruh FPI di Jakarta ini memunculkan sebuah hipotesis baru mengenai adanya pergerakan lain yang tidak terlihat oleh publik atau kalau boleh saya simpulkan ada sebuah pra kondisi yang telah dikonstruksikan sebelumnya untuk terjadinya aksi di 2 Desember 2016 lalu. Hanya kebetulan ‘komandan lapangan’nya adalah Rizieq Syihab dari FPI.

Sebuah ‘pra-kondisi’ yang menurut saya telah terbentuk dalam jangka waktu hitungan tahun. Tidak bisa digoreng dadakan. Dan ini pra-kondisi ini tidak dilakukan oleh FPI, tapi dari elemen politik/kelompok kepentingan lainnya, yang lebih memiliki struktur jaringan yang sudah kuat dan sistematis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s