The Extreme Future

8

Belum lama ini saya membaca buku berjudul The Extreme Future dari seorang global futurist, James Canton Ph.D. Buku ini menarik untuk dibaca oleh anak-anak muda karena kita melihat bagaimana teknologi itu sekarang berkembang dengan begitu cepat, dan tidak lagi linear. James Canton ini dulu pernah belajar dari Alvin Toffler, seorang futurist yang terkenal dengan bukunya The Future Shock dan The Third Wave.

mzi

Trigger (pemicu) yang membuat James Canton menulis buku ini adalah dari peristiwa 9/11. Kejadian 11 September 2001 telah mengubah dunia selamanya. Setelah peristiwa tersebut, Bush mengumpulkan pemikir-pemikir di AS untuk berbicara mengenai konsep ke depan. Apa sih sebenarnya peluang dan tantangan di masa depan, dan apa yang akan terjadi di dunia yang berpengaruh secara signifikan dalam kehidupan kita di masa datang.

Dalam bidang energi, Canton memproyeksikan bahwa supply minyak bumi akan semakin habis dan harganya akan semakin mahal. Akan terjadi perpindahan sumber-sumber energi kepada bahan bakar alternatif. Mereka yang telah berinvestasi pada sumber-sumber energi alternatif akan mendapatkan keuntungan yang besar. James Canton meramalkan bahwa supply energi di masa depan akan bergantung pada inovasi energi Hidrogen. Hydrogen merupakan sumber alam yang selalu tersedia.

Perubahan yang begitu cepat dan drastis dalam ICT (Information, Communication & Technology) juga membawa dampak signifikan pada bidang militer dengan mulai dimanfaatkannya Drone sebagai pesawat pengintai tanpa awak yang mampu memberikan informasi yang detail. Ini bisa mengurangi jatuhnya korban karena bisa dikendalikan dari jarak jauh. Dalam bidang medis, teknologi mampu memprediksi seorang manusia akan mengalami sakit apa saja, dan segera bisa dicegah dan mendapatkan penyembuhannya. Hingga usia manusia bisa mencapai 150 tahun. Masa depan ketenagakerjaan juga mengalami perubahan yang drastis. Dan di sinilah pentingnya peningkatan kualitas di bidang pendidikan.

Lalu bagaimana dengan Indonesia? Apakah hanya akan menjadi market dari kemajuan teknologi ini?

McKinsey Global Institute meramalkan bahwa Indonesia akan menjadi 7 besar kekuatan ekonomi dunia pada 2030. Hal ini tertuang dalam “The Archipelago Economy: Unleashing Indonesia’s Potential” (2012). Pada tahun 2030 yang akan datang peluang bisnis bagi sektor swasta di Indonesia bakal mencapai USD 1,8 triliun. Dan kalau kita lihat dari banyaknya konsumsi domestik yang memberikan kontribusi yang besar bagi PDB Indonesia, maka diperkirakan dalam dua dekade ke depan akan ada 90 juta kelas konsumen baru yang tumbuh di Indonesia.

Screen Shot 2014-04-29 at 2.47.25 PM

Indonesia sebenarnya sudah mendapat bonus demografi sejak tahun 2010 dan akan mencapai puncaknya sekitar tahun 2020 hingga tahun 2030, yaitu dengan bonus demografi sebesar 70% usia produktif.

Akan tetapi bagaimana dengan kualitas pendidikan kita? Data PISA (The Programme of International Assesment) menunjukkan bahwa pendidikan Indonesia berada pada ranking kedua terbawah dari 65 negara yang disurvei oleh OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development).

Padahal kalau kita lihat anggaran pendidikan kita dalam APBN sudah sebesar Rp365,89 triliun atau 20% dari belanja negara. Sementara itu kualitas pendidikan antara di Jawa dan luar Jawa sangat extrim bedanya.

Upaya Indonesia untuk menjadi negara maju harus didukung kualitas sumber daya manusia dan penguasaan teknologi, inovasi, kualitas pendidikan, infrastruktur, serta kemampuan daya saing yang memadai. Indonesia harus memastikan berlangsungnya transformasi ekonomi dari yang berbasiskan sumber daya alam menuju ekonomi yang berbasis sumber daya manusia dan teknologi. Karena negara maju bukan dinilai dari pertumbuhan ekonomi saja, namun juga dilihat dari kesejahteraan yang merata. Ini ditunjukkan dari indikator Human Development Index, yaitu kesejahteraan, pendidikan, dan kesehatan.

Oleh karena itu, pengembangan sumber daya manusia untuk menghasilkan kreativitas yang bisa menggerakkan ekonomi, menjadi sangat penting. Agar pertumbuhan ekonomi dapat terjaga, Indonesia harus memaksimalkan potensi energi terbesar yang ada di dalam negeri, yaitu panas bumi. Selain itu, Indonesia wajib melakukan efisiensi konsumsi bahan bakar minyak (BBM).

Perbaikan infrastruktur fisik seperti jalan, jembatan, pelabuhan, dan bandar udara, menjadi prasyarat mutlak untuk meningkatkan efisiensi. Buruknya kondisi infrastruktur ini berimbas pada logistik nasional. Akibatnya, selisih harga barang-barang di wilayah barat Indonesia dan timur terlalu jauh. Sementara itu, untuk infrastruktur non fisik seperti informasi, komunikasi, dan teknologi juga masih minim. Di Jakarta, broadband saja kurang, apalagi di Papua.

Jika itu terpenuhi, Indonesia dapat menjadi negara maju pada 2025, atau lebih cepat lima tahun dari prediksi McKinsey. Kalau melihat dalam Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), pada 2025 kita sudah dikategorikan negara berpenghasilan tinggi.

Satu tantangan terbesar lainnya adalah bagaimana pelaku birokrasi memperbaiki diri serta membuat pelayanan lebih mudah dan simpel. Pembenahan pada berbagai tantangan di atas membutuhkan konsistensi untuk menjamin pertumbuhan ekonomi dan kesinambungan pembangunan Indonesia. Maka jangan sampai kita hanya menjadi market saja. Untuk itu sebaiknya anak-anak muda harus menyiapkan diri dengan disiplin ilmu, terutama dalam bidang teknologi.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s